ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:54:33 WIB
ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

JAKARTA - Pendekatan pembangunan kawasan pariwisata kini tidak lagi semata mengejar kemegahan infrastruktur, melainkan juga dampak langsung bagi masyarakat sekitar. InJourney Tourism Development Corporation atau ITDC memilih langkah kolaboratif sebagai fondasi utama dalam menguatkan peran warga lokal di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Melalui kerja sama yang terus diperluas, ITDC berupaya memastikan bahwa geliat pariwisata berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan sosial. Strategi ini diwujudkan dengan menggandeng PT Angkasa Pura Support sebagai mitra operasional yang berpengalaman dan berorientasi pada keberlanjutan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Mandalika dikembangkan bukan hanya sebagai destinasi, tetapi juga sebagai ruang hidup bersama. Dari sinilah perspektif baru pengelolaan kawasan pariwisata mulai dibangun secara lebih inklusif.

Fokus Awal pada Penguatan Ekosistem Mandalika

ITDC menempatkan penguatan ekosistem kawasan sebagai titik awal dari setiap kebijakan operasional yang diambil. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga daya saing Mandalika di tengah meningkatnya persaingan destinasi sportainment global.

"Ini juga sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan dan kesiapan operasional The Mandalika, sebagai destinasi sportainment bertaraf internasional," kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka di Lombok Tengah, Kamis. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas layanan menjadi fondasi utama dalam menarik perhatian dunia internasional.

Selain aspek layanan, ITDC juga melihat pentingnya keberlanjutan sosial dalam pengelolaan kawasan. Oleh karena itu, kerja sama yang dibangun diarahkan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa penyangga.

Ia mengatakan kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan kawasan tetap terjaga secara konsisten, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa penyangga. Pendekatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara pengelola kawasan dan komunitas lokal.

"Kolaborasi dengan Angkasa Pura Support merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memastikan standar pelayanan kawasan The Mandalika, sekaligus membuka peluang kerja dan meningkatkan peran masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen inti.

Perjalanan Kerja Sama Sejak 2022

Hubungan kerja sama antara ITDC dan Angkasa Pura Support tidak dibangun secara instan. Fondasinya telah dimulai sejak 2022 melalui dukungan pengamanan pada ajang internasional MotoGP.

Pada fase awal tersebut, Angkasa Pura Support terlibat dalam pengamanan Tier 2 saat official test hingga pelaksanaan kegiatan utama. Peran ini menjadi bukti awal kepercayaan ITDC terhadap kapasitas mitra kerja samanya.

Kolaborasi kemudian berlanjut dan semakin diperkuat pada periode 2023 hingga 2025. Dalam kurun waktu tersebut, cakupan pekerjaan diperluas mencakup berbagai aspek operasional kawasan.

Layanan yang diberikan meliputi jasa pengamanan kawasan The Mandalika, pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing, dan sipil atau MEP. Selain itu, dukungan cleaning service, waste management, serta pengamanan event MotoGP 2024 dan 2025 juga menjadi bagian penting dari kerja sama ini.

Perluasan ruang lingkup tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan kawasan seiring bertambahnya intensitas kegiatan. Mandalika pun terus bertransformasi menjadi kawasan dengan aktivitas pariwisata dan event berskala besar yang semakin padat.

Ekspansi Kerja Sama Menuju 2026

Memasuki 2026, kesinambungan kolaborasi kembali ditegaskan melalui penandatanganan tiga kerja sama baru. Langkah ini menunjukkan bahwa ITDC dan Angkasa Pura Support memiliki visi jangka panjang dalam pengelolaan kawasan.

Kerja sama baru tersebut mencakup pemeliharaan landscape area akses jalan provinsi dan zona timur kawasan. Selain itu, pemeliharaan dan kebersihan common area zona barat The Mandalika juga menjadi bagian dari kesepakatan.

Tak hanya aspek fisik kawasan, layanan jasa driver operasional kantor The Mandalika turut dimasukkan dalam lingkup kerja sama. Hal ini menandakan perhatian pada detail operasional sehari-hari yang mendukung kelancaran aktivitas kawasan.

"Seluruh lingkup pekerjaan tersebut secara langsung menyerap tenaga kerja dari desa-desa penyangga The Mandalika," katanya. Pernyataan ini menegaskan dampak langsung kerja sama terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Dengan keterlibatan warga sekitar, roda ekonomi lokal diharapkan bergerak lebih dinamis. Kesempatan kerja yang tercipta juga membuka ruang peningkatan kapasitas sumber daya manusia setempat.

Komitmen Profesional dan Keberlanjutan Sosial

Dari sisi mitra, Angkasa Pura Support menegaskan keseriusannya dalam menjalankan amanah yang diberikan. Profesionalisme dipadukan dengan kepedulian sosial menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pelaksana Tugas Direktur Operasi Angkasa Pura Support Shintauli Tinambunan menekankan bahwa kepercayaan dari ITDC bukan hal yang ringan. Setiap tanggung jawab dijalankan dengan standar tinggi demi menjaga reputasi kawasan Mandalika.

“Kepercayaan yang diberikan ITDC merupakan amanah yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Selain memastikan kualitas layanan dan operasional di The Mandalika, kami juga berkomitmen mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” katanya. Pernyataan ini menegaskan keselarasan visi antara kedua belah pihak.

Komitmen tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama tidak berhenti pada aspek bisnis semata. Nilai keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat menjadi benang merah dalam setiap langkah yang diambil.

Dengan pola kolaborasi seperti ini, Mandalika tidak hanya dibangun sebagai destinasi wisata unggulan. Kawasan ini juga tumbuh sebagai contoh pengelolaan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat lokal.

Terkini