Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangkei Didorong untuk Pemanfaatan Energi Bersih Nasional 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 12:19:38 WIB
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangkei Didorong untuk Pemanfaatan Energi Bersih Nasional 2026

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Langkah ini diambil untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi bersih di Indonesia.

Pipa gas Dusem merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengintegrasikan jaringan gas di Sumatera Utara hingga Riau. Pemerintah ingin mempermudah akses energi bagi industri, komersial, dan masyarakat luas.

Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, meresmikan pengiriman perdana pipa di pabrik PT Krakatau Pipe Industries (KPI), Cilegon, Banten. Acara ini menandai langkah nyata percepatan pembangunan jaringan gas strategis tersebut.

Peran Pipa Dusem dalam Diversifikasi Energi

Pembangunan pipa transmisi gas Dusem menjadi wujud kebijakan pemerintah dalam diversifikasi energi. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan gas bumi secara lebih optimal di dalam negeri.

Laode menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong proyek infrastruktur pipa gas untuk mempermudah akses energi. Hal ini diharapkan mendukung percepatan hilirisasi industri dan penyediaan energi bersih bagi masyarakat.

"Pembangunan pipa transmisi gas bumi ini bertujuan memberikan akses energi kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat," ujar Laode di Cilegon, Banten, Kamis, 19 Februari 2026.

Total investasi proyek ini mencapai Rp6,5 triliun dengan volume desain sebesar 109,2 MMSCFD. Proyek dimulai Desember 2025 dan ditargetkan selesai Desember 2027.

Progres Fisik dan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Jaringan pipa Dusem memiliki panjang total 541,8 km dan dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen pertama dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km dengan kontraktor KSO PT Wijaya Karya Tbk dan PT Nindya Karya senilai Rp3,6 triliun.

Segmen kedua dari Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri sepanjang 262 km dikerjakan oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana, PT Brantas Abipraya, PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia dengan nilai kontrak Rp2,8 triliun.

Hingga minggu ke-8, progres EPC menunjukkan capaian di atas target yang ditetapkan. Segmen 1 mencapai 12,447% dari target 7,638%, sedangkan Segmen 2 sudah 12,061% dari rencana 10,295%.

Pipa yang digunakan sebagian besar produksi dalam negeri dengan komitmen TKDN 60,9% untuk Segmen 1 dan 62,49% untuk Segmen 2. Hal ini mendukung pengembangan industri lokal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Logistik dan Distribusi Material

Pengiriman pipa batch pertama untuk Segmen 1 telah dimulai 14 Februari 2026 melalui jalur laut menggunakan tongkang. Batch pertama untuk Segmen 2 direncanakan mulai 23 Februari 2026 melalui jalur darat dengan armada trailer lowbed.

Kelancaran distribusi material menjadi salah satu kunci percepatan progres fisik proyek. Upaya ini menunjukkan koordinasi yang baik antara kontraktor, pemerintah, dan perusahaan manufaktur pipa lokal.

Kolaborasi dan Dukungan Semua Pihak

Rony Yanuardi, Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan teamwork untuk memastikan proyek berjalan lancar.

"Proyek ini merupakan proyek besar, kalau tidak ada hubungan baik dan kerjasama dengan pihak kontraktor kerjanya akan sulit," kata Rony. Ia menambahkan bahwa partisipasi KPI menjadi bukti kontribusi industri lokal dalam pembangunan infrastruktur strategis.

Laode juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Kerja sama operasional (KSO 1 dan 2) dengan Krakatau Steel dan Krakatau Pipe Industries menjadi faktor kunci agar proyek tetap sesuai timeline.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya penting untuk distribusi energi, tetapi juga mendorong hilirisasi industri di Sumatera. Pipa Dusem diproyeksikan menjadi tulang punggung infrastruktur gas untuk mendukung energi bersih jangka panjang.

Dengan integrasi jaringan pipa yang baik, pemerintah berharap energi gas dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. Hal ini sekaligus mendukung target nasional dalam pemanfaatan energi bersih dan efisiensi industri.

Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem menjadi contoh konkret bagaimana proyek strategis nasional dapat menggabungkan investasi, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diharapkan mempercepat transformasi energi dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

Terkini