JAKARTA - Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kesiapan pasokan energi di seluruh wilayah. Langkah ini untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, pariwisata, dan transportasi baik darat maupun udara.
Pertamina Jatimbalinus membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) mulai 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas bertugas memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman, sebagaimana dipaparkan dalam kunjungan kerja Komisi XII DPR RI pada 11 Maret 2026 di Kantor PLN UID Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, anggota dewan mengapresiasi pelaksanaan Satgas yang telah berjalan. Meitri Citra Wardani dari Dapil Jawa Timur menekankan kesiapan Pertamina dan PLN mencegah kelangkaan energi.
Proyeksi Arus Mudik dan Balik
Pertamina Jatimbalinus memproyeksikan puncak mobilitas masyarakat dalam empat fase, yakni dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik. Arus mudik diperkirakan terjadi 14-15 Maret dan 18-19 Maret, sementara arus balik diprediksi 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan proyeksi meningkatnya kebutuhan BBM dan LPG. Peningkatan ini seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
Konsumsi Gasoline diperkirakan naik 11,9% dari rata-rata normal 18.430 KL/hari. Sementara Gasoil turun 9,8% dari konsumsi normal 8.805 KL/hari, karena aktivitas industri berkurang.
Kebutuhan LPG rumah tangga diperkirakan meningkat 3,5% dari normal harian 6.567 MT/hari. Konsumsi Mitan meningkat 7,3% dari normal harian 375 KL/hari seiring libur panjang.
Kesiapan Pasokan Avtur
Selain BBM dan LPG, Pertamina Jatimbalinus memastikan pasokan Avtur untuk 15 bandara di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Pasokan ini cukup mendukung peningkatan mobilitas penumpang udara selama arus mudik dan balik.
Ahad menambahkan, kapasitas Avtur disiapkan memadai untuk menyesuaikan tingginya volume penerbangan. Namun, konsumsi Avtur diprediksi turun 6,1% dari rerata normal 3.316 KL/hari.
Penurunan disebabkan tidak adanya penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Ngurah Rai. Cancel flight rute Timur Tengah juga berdampak pada volume konsumsi Avtur.
Optimalisasi Stok BBM dan LPG
Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG di seluruh SPBU dan Agen LPG dalam kondisi optimal. Distribusi merata termasuk ke daerah terpencil untuk mencegah gangguan pasokan energi.
Ahad menegaskan, stok yang aman ditunjang layanan tambahan agar masyarakat nyaman selama perjalanan. Infrastruktur yang dioptimalkan mencakup 1.482 SPBU, 900 Pertashop, dan 1.296 Agen LPG.
644 SPBU Siaga 24 jam dan 1.040 Agen LPG Siaga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kapan saja. Layanan tambahan ini memastikan pasokan energi tetap lancar di seluruh wilayah Jatimbalinus.
Tersedia 9 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga serta 36 unit Motorist/PDS mobile. Layanan ini menjangkau pemukiman dan jalur wisata untuk mendukung kenyamanan masyarakat.
17 unit mobil tangki stand-by disiapkan sebagai kantong suplai di jalur padat perjalanan. Selain itu, 3 Serambi MyPertamina hadir di rest area dan pusat keramaian dengan fasilitas lengkap.
Fasilitas tambahan mencakup ruang istirahat, nursery, barbershop, mini klinik, dan area bermain anak. Dukungan keselamatan hadir melalui ambulans di titik strategis dan porter gratis di bandara.
Monitoring Real-Time dan Promo Layanan
Command center Satgas RAFI memonitor pasokan secara real-time. Sistem ini memastikan suplai segera ditambah jika terjadi lonjakan permintaan selama arus mudik dan balik.
Masyarakat diimbau mengisi BBM sejak awal sebelum memasuki jalur padat. Program MyPertamina memudahkan akses informasi titik layanan dan promo untuk kenyamanan konsumen.
Ahad menutup dengan menyatakan kesiapan Pertamina melayani masyarakat sepenuh hati. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan tenang bersama keluarga.